Gangguan tidur ''parasomnia''
Definisi
Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy) Parasomnia
berasal dari bahasa latin yang berarti menjelang atau hampir tidur. Ini
merupakan perilaku abnormal atau peristiwa psikologis yang muncul pada saat
tidur. Perekaman gelombang otak penderita parasomnia menunjukkan keadaan
kesadaran bolak-balik antara tidur dan bangun. Otak masih terjaga untuk
mengirimkan impuls-impuls gerakan tapi tidak cukup untuk sadar dengan keadaan
sekelilingnya, parasomnia juga suatu gangguan
yang ditandai oleh gerakan yang tidak diinginkan, fenomena
verbal, atau pengalaman yang terjadi dalam hubungannya dengan tidur, tahap
spesifik dari tidur, atau dari transisi fase tidur – terjaga.
Beberapa gejala dari parasomnia yang umum ditemui adalah sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau), yang khas dari gejala ini biasanya penderita tidak ingat apa yang dilakukan atau dikatakan. Gejala lain dari parasomnia adalah, pavor noctumus yang sering terjadi pada anak-anak usia 2,5 tahundan menghilang saat mencapai usia tujuh tahun. Anak akan terbangun dengan tangisan histeris dan pandangan yang fokus pada satu titik dan terlihat sangat ketakutan. Saking takutnya seringkali anak tidak merespon belaian atau pelukan. Biasanya setelah 5-10 menit anak akan tenang dan bisa tidur kembali.
Dalam pembahasan kali ini kita aka lebih menekankan pada salah satu gejala parasomnia yakni, sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau).
Beberapa gejala dari parasomnia yang umum ditemui adalah sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau), yang khas dari gejala ini biasanya penderita tidak ingat apa yang dilakukan atau dikatakan. Gejala lain dari parasomnia adalah, pavor noctumus yang sering terjadi pada anak-anak usia 2,5 tahundan menghilang saat mencapai usia tujuh tahun. Anak akan terbangun dengan tangisan histeris dan pandangan yang fokus pada satu titik dan terlihat sangat ketakutan. Saking takutnya seringkali anak tidak merespon belaian atau pelukan. Biasanya setelah 5-10 menit anak akan tenang dan bisa tidur kembali.
Dalam pembahasan kali ini kita aka lebih menekankan pada salah satu gejala parasomnia yakni, sleep-walking (tidur sambil berjalan), sleeptalking (mengingau).
a)
Sleep- walking
(tidur sambil berjalan)
Sleepwaking, somnabulism atau tidur
berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur. Fenomena
yang nal di negara kita sebagai ngelindur ini cukup sering terjadi. Yang khas,
saat bangun penderitanya tidak ingat sama sekali akan kejadian itu, maupun
mimpi yang berkaitan dengan gerakan yang ia lakukan malam sebelumnya. Ini
karena gangguan terjadi pada tahap tidur NREM, dan terutama pada awal-awal
tidur dimana hutang tidur masih banyak menumpuk. Tidur NREM adalah fase tidur
tanpa mimpi (meskipun beberapa literatur mengatakan bahwa mimpi bisa terjadi di
semua tahapan tidur). Kasus seperti ini biasanya dialami oleh anak-anak yang
masih berada dalam fase latent dan akan berakhir pada saat pubertas.
Sleepwaking, somnabulism atau tidur berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur. Fenomena yang nal di Indonesia sebagai ngelindur ini cukup sering terjadi. Yang khas, saat bangun penderitanya tidak ingat sama sekali akan kejadian itu, maupun mimpi yang berkaitan dengan gerakan yang ia lakukan malam sebelumnya. Berjalan ketika tidur bisa direfleksikan dengan duduk di kasur, meninggalkan ranjang, berjalan-jalan di rumah, dan melakukan hal-hal tertentu tanpa disadari. Kemudian menggertakkan gigi adalah bentuk lain parasomnia yang bisa terjadi pada anak-anak di waktu malam. Penyebabnya masih tidak jelas, tapi bisa jadi dipengaruhi oleh stres atau permasalahan gigi.
Sleepwaking, somnabulism atau tidur berjalan adalah gangguan dimana penderitanya berjalan dalam tidur. Fenomena yang nal di Indonesia sebagai ngelindur ini cukup sering terjadi. Yang khas, saat bangun penderitanya tidak ingat sama sekali akan kejadian itu, maupun mimpi yang berkaitan dengan gerakan yang ia lakukan malam sebelumnya. Berjalan ketika tidur bisa direfleksikan dengan duduk di kasur, meninggalkan ranjang, berjalan-jalan di rumah, dan melakukan hal-hal tertentu tanpa disadari. Kemudian menggertakkan gigi adalah bentuk lain parasomnia yang bisa terjadi pada anak-anak di waktu malam. Penyebabnya masih tidak jelas, tapi bisa jadi dipengaruhi oleh stres atau permasalahan gigi.
b)
Sleep-talking
(mengingau)
Somniloquy atau sleeptalking. Mengigau merupakan
vokalisasi saat tidur, bisa berupa kata-kata yang jelas atau hanya sekedar
gumaman. Kondisi ini bisa dipicu oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau
tidur yang terganggu. Mengigau biasanya berlangsung pada tahap tidur dangkal,
atau kadang kala pada tahap mimpi (tidur REM.) Jika terjadi dalam tahap tidur
mimpi, biasanya terjadi bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti
melihat pencuri atau melihat sebuah kecelakaan.
Kata-kata yang keluar bisa berkaitan
erat dengan mimpi atau bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi
meneriakkan “maling!” tetapi kata yang keluar adalah “mama!“ Walau demikian,
biasanya si pengigau tidak ingat apa-apa yang telah dikatakan atau bahkan
tentang mimpinya sendiri. Mengigau merupakan bentuk parasomnia yang biasa
terjadi pada 50% anak-anak dan 5% orang dewasa. Igauan yang terucap bisa sangat
dramatis, emosional, dan kasar. Mengigau merupakan vokalisasi saat tidur, bisa
berupa kata-kata yang jelas atau hanya sekedar gumaman. Kondisi ini bisa dipicu
oleh keadaan emosional-psikologis, demam atau tidur yang terganggu.Mengigaui
biasanya berlangsung pada tahap tidur dangkal, atau kadang kala pada tahap
mimpi (tidur REM.) Jika terjadi dalam tahap tidur mimpi, biasanya terjadi
bersesuaian dengan mimpi yang mengejutkan, seperti melihat pencuri atau melihat
sebuah kecelakaan. Kata-kata yang keluar bisa berkaitan erat dengan mimpi atau
bahkan berlainan sama sekali, misalkan dalam mimpi meneriakkan “maling!” tetapi
kata yang keluar adalah “mama!“ Walau demikian, biasanya si pengigau tidak
ingat apa yang dikatakan atau bahkan mimpinya sendiri.
Gangguan ini sering terjadi pada usia muda, bahkan
pernah dilaporkan kejadian sleepwalking pada balita yang baru bisa berjalan,
meskipun lebih sering tejadi pada anak usia 4 hingga 7 tahun. Kebanyakan
kebiasaan ini hilang sendiri setelah menginjak dewasa. Tetapi saat dalam
kondisi kurang tidur yang ekstrem, gangguan sewaktu-waktu bisa menyerang.
Faktor penyebab
Parasomnia ( Sonambulisme dan Somniloquy)
1. Faktor genetik
Tidur sambil
berjalan terjadi lebih sering pada kembar identik, dan 10 kali lebih mungkin
terjadi jika saudara tingkat memiliki sejarah tidur sambil berjalan.
2. Faktor - faktor lingkungan
Kurang tidur,
jadwal tidur kacau, demam, stress, kekurangan magnesium, dan kecanduan alcohol
srta obat – obatan, misalnya ; obat penenang / hipnotik (obat yang
mempromosikan tidur), neuroleptik (obat yang digunakan untuk mengobati
psikosis), obat penenang minor (obat yang menghasilkan efek menenangkan),
stimulan (obat yang meningkatkan aktivitas), dan antihistamin (obat yang
dipakai untuk mengobati gejala alergi) dapat menyebabkan tidur sambil berjalan.
3. Faktor fisiologis
·
Panjang dan kedalaman tidur gelombang lambat yang
lebih besar pada anak kecil, mungkin menjadi faktor dalam peningkatan frekuensi
tidur sambil berjalan pada anak-anak.
·
Kondisi, seperti
kehamilan dan menstruasi tahui meningkatkan frekuensi tidur sambil berjalan.
·
Rangsangan
internal, seperti kandung kemih penuh.
·
Rangsangan
eksternal seperti, suara – suara.
4.
Asosiasi kondisi
medis
·
Aritmia (irama
jantung abnormal)
·
Demam
·
Gastroesopaghea
reflux (makanan atau cairan muntah dari perut ke dalam tabung makanan atau
kerongkong.
·
Malam hari kejang
(kejang).
·
Obstructive sleep apnea (suatu kondisi di mana
napas terhenti tara saat tidur)
·
Gangguan
psikiatris, misalnya, gangguan stress pasca trauma, serangan panik, atau
disosiatif (misalnya gangguan kepribadian ganda ).
Dampak Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy)
Setelah kami membaca beberapa literatur kami masih
belum mendapat dampak dari parasomnia atau tidur sambil berjalan. Mungkin jika
si pramsonime (panggilan buat penderita pramsonia) jalan sambil pegang pisau
maka di khawatirkan orang yang tidur di sebelahnya terbunuh. Walaupun masih
belum pernah terjadi.
Dan biasanya gangguan yang paling ekstrim dari
prasomnisme adalah gangguan fisik atau kerusakan properti karena jika imajinasi
kita sedang bertengkar maka tanpa sadar tangan kita memukul tembok dengan
sekeras-kerasnya. Bisa juga slipwalker akan merasakan kepanikan dan sangat dan
ketegangan yang sangat jika terbangun dari tidurnya, karna mereka linglung
karena sudah ada di tempat yang berbeda. Yang
lebih aneh bisanya pramsonisme sampai mengkretakkan giginya. Dan ketika bangun
pramsomnisme merasakan nyeri di bagian rahangnya melaskan. Setelah saya
bertanya ke beberapa teman yang pernah mengalami pramsomnia, mereka mengetahui
kejadian itupun di beri tahu oleh keluarganya yang melihat kejadian itu. Dan
saya bertanya apa dampak yang anda rasakan ketika anda mengetahui anda
penderita pramsomnia? Mereka menjawab bahwa yang terjadi kepadanya membuat
mereka bingung pada saat terbangun dari tidur. Dan itu pun ada yang bilang
lucu. Dan kebanyakan parasomnia yang mengakibatkan gangguan yang sangat terjadi
pada orang yang berada pada tahap 3 dan 4 gelombang tidur.
Cara Mengatasi dan
Perawatan Parasomnia (Sonambulisme dan Somniloquy)
Jika anak-anak Anda adalah penderita parasomnia,
perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya.
Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda
pecah belah yang dapat tersenggol. Tidak jarang penderita sleepwalking tidur di
kamar yang berperabotan minimal. Kebanyakan kasus parasomnia tidak memerlukan
pengobatan. Gangguan yang diderita bukanlah suatu bentuk gangguan psikologis
maupun suatu penyakit yang berbahaya.
“ajarkan anak Anda
untuk selalu berdoa sebelum tidur dan apabila dia tiba-tiba terbangun”
Dan jika dalam keluarga Anda ada penderita parasomnia, perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya. Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol. Tidak jarang penderita sleepwalking tidur di kamar yang berperabotan minimal. Biasakan juga menempatkan kunci di tempat yang cukup rumit untuk mengambilnya, misalkan dalam kotak di dalam laci lemari tempat tidur. Karena biasanya penderita parasomnia kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya, ia dapat mengenali sebuah pintu, tapi tidak dapat membuka atau mengambil kuncinya. Ini juga penting agar penderita tidak berjalan keluar rumah.
Dan jika dalam keluarga Anda ada penderita parasomnia, perawatan terbaik adalah dengan memberikan pengertian dan support baginya. Buatlah lingkungan tidur yang aman, dengan memastikan tidak ada benda-benda pecah belah yang dapat tersenggol. Tidak jarang penderita sleepwalking tidur di kamar yang berperabotan minimal. Biasakan juga menempatkan kunci di tempat yang cukup rumit untuk mengambilnya, misalkan dalam kotak di dalam laci lemari tempat tidur. Karena biasanya penderita parasomnia kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya, ia dapat mengenali sebuah pintu, tapi tidak dapat membuka atau mengambil kuncinya. Ini juga penting agar penderita tidak berjalan keluar rumah.
Kebanyakan
kasus parasomnia tidak memerlukan pengobatan. Gangguan yang diderita bukanlah
suatu bentuk gangguan psikologis maupun suatu penyakit yang berbahaya. Hanya
saja ada beberapa hal yang harus dihindari, yaitu narkotika, alkohol dan
kondisi kekurangan tidur. Karena ini semua dapat memicu serangan.
Sedangkan terapi-terapi tambahan seperti psikoterapi, relaksasi, hipnotis dan
meditasi dilaporkan cukup membantu sebagai perawatan jangka panjang.
Menarik untuk disimak bahwa
serangan parasomnia (tidur berjalan, mengigau maupunnight terror)
terjadi pada saat-saat awal tidur dimana hutang tidur masih tinggi. Dengan
demikian, kondisi tersebut dapat memicu episode parasomnia. Untuk penderita sleepwalkingusia
remaja atau dewasa muda harus benar-benar memperhatikan jadwal tidurnya. Pahami
jam biologis dan kebutuhan tidur satu harinya, dan hindari beraktivitas
melewati waktu istirahat (baca bagian: Tidur pada Remaja – Dewasa Muda.)
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar