Rabu, 03 Juli 2013

Gangguan & Terapi psikologis

TERAPI
1.      Terapi-terapi Biologis
Terapi-terapi biologis (biological therapies) adalah perlakuan-perlakuan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala-gejala gangguan psikologis dengan mengalihkan cara kerja tubuh individu. Terpai obat adalah yang paling umum ditemukan dari terapi biomedis. Bentuk terapi biomedis yang kurang banyak digunakan adalah terapi elektrokonfulsif dan psikosurgeri.
a.      Terapi Obat
Penanganan dengan obat mulai merevolusi pelayanan kesehatan mental pada abad ke-20. Obat-obatan psikoterapi digunakan terutama pada tiga kategori dioagnostik; gangguan kecemasan, gangguan suasan hati, dan skizofrenia.
Q      Obat-obatan anti kecemasan (antianxiety drugs)
Dikenal sebagai obat penenang (tranquilizer). Obat ini mengurangi kecemasan dengan membuat individu menjadi lebih tenang dan kurang dapat dieksitasi. Kelompok obat benzodiazepine adalah obat-obatan anti kecemasan yang sering menawarkan hasil terbaik untuk meredakan gejala kecemasan. Obat-obat ini bekerja dengan menempel pada sel-sel reseptor neurotransmitter yang menjadi terlalu aktif pada saat kecemasasn. Obat yang paling sering diberikan dalam resep meliputi Xanax, Valium, dan Librium.
Benzodiazepin, seperti obat-obat lainnya memiliki beberapa efek samping (Fields, 2007). Mereka dapat menimbulkan ketergantungan. Selain itu, perasaan malas, kehilangan koordinasi kelelahan, dan perlambatan mental juga sering muncul saat obat-obat ini digumakan. Efek ini dapat berbahaya ketika seseorang sedang mengemudi atau mengoperasikan mesin tertentu, terutama ketika individu mulai mengonsumsi benzodiazepine. Benzodiazepin juga telah dihubungkan dengan abnormalitas pada bayi yang lahir dari ibu yang mengonsumsinya saat kehamilan (Grover, Avasthi, & Sharma, 2006)
Q      Obat-obat Antidepresan (antidepressant drugs)
Obat ini dapat mengendalikan suasana hati . Tiga kelompok utama obat-obat antidepresan adalah trisiklik, seperti Elavil; penghambat monoamina oksidase (MAO), seperti Nardil; dan selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti Prozac. Semua dari keompok antidepresan ini dianggap dapat membantu suasana hati yang depresi dengan member efek pada neurotransmitter di otak. Peningkatan penggunaan obat-obat ini dalam resep menunjukan efektifitasnya dengan mengurangi gejala-gejala depresi dengan efek samping yang relative sedikit disbanding obat-obat antidepresan lainnya (Ksir, Hart, & Ray, 2008; Metzl, & Angel, 2004). Walau demikian, mereka dapat memiliki efek negative termasuk insomnia, kecemasan, sakit kepala, dan diare. Mereka juga dapat merusak fungsi seksual dan menghasilkan gejala-gejala penarikan diri bila penggunaannya diakhiri dengan tiba-tiba.
Litium (lithium), banyak digunakan untuk menangani gangguan bipolar (Bourin, & Prica, 2007). Litium dianggap mampu menstabilkan suasana hati dengan mempengaruhi norepinefrin dan serotonin.

Q      Obat-obat Antipsikotik (antipsychotic drugs)
Adalah obat-obatan yang kuat pengaruhnya yang menghilangkan perilaku teragitasi, mengurangi ketegangan, mengurangi halusinasi, meningkatkan perilaku social, dan menghasilkan polatidur yang lebih baik pada individu yang memliki gangguan psikologis yang parah, terutama skizofrenia (Byrne, 2007; Green, 2007). Neuroleptik adalah kelas obat-obatan antipsikotik yang paling banyak digunakan (Garver, 2006) kemampuannya adalahuntuk menghalangi kerja system dopamine di otak. Neuroleptik tidak mengobati skizofrenia, mereka hanya mengatasi gejal-gejala skizofrenia, bukan penyebabnya. Salah satu efek samping dari potensial dari obat-obatan neuroleptik adalah diskinesia taradif, yaitusebuah gangguan neurologis yang ditandai oleh gerakan tidak dikehendaki yang aneh sekali dari otot-otot wajah dan mulut, seperti kejangnya leher, lengan, dan kaki (Soares Weiser,& Fernandez, 2007)

Jenis-jenis obat yang digunakan untuk beragam gangguan psikologis, jenis gangguan psikologis yang dapat diatasi dengan obat tersebut, dan efektivitas dan efek sampingnya :

Gangguan Psikologis
Obat
Efektivitas
Efek Samping
Kecemasan Sehari-hari dan Gangguan Kecemasan
Kecemasan sehari-hari
Obat anti kecemasan dan antidepresan
Peningkatan yang besar dalam jangka waktu singkat
Obat-obat anti kecemasan: tidak terlalu kuat sehingga dikonsumsi lebih lama; dapat menimbulkan ketergantungan
Gangguan kecemasan tergeneralisasi
Obat-obat anti kecemasan
Tidak terlalu efektif
Tidak terlalu kuat sehingga dikonsumsi lebih lama; dapat menimbulkan ketergantungan
Gangguan panic
Obat-obat anti kecemasan
Sekitar setengah menunjukan peningkatan
Tidak terlalu kuat sehingga dikonsumsi lebih lama; dapat menimbulkan ketergantungan
Agrofobia
Obat-obat trisiklik dan penghambat MAO
Kebanyakan menunjukan peningkatan
Trisiklik: tidak dapat diam diri, pucat, dan gemetar
Penghambat MAO: keracunan
Fobia spesifik
Obat-obat anti kecemasan
Tidak terlalu efektif
Tidak terlalu kuat sehingga dikonsumsi lebih lama; dapat menimbulkan ketergantungan


Gangguan Suasana Hati
Gangguan depresif
Obat-obat trisiklik dan penghambat MAO, dan SSRI
Kebanyakan menunjukan peningkatan yang lumayan
Trisiklik: permasalahan jantung, mania, kebingungan, kehilangan ingatan
Penghambat MAO: Keracunan
Obat SSRI: mual, kecemasan, sulit tidur, dan beberapa kasus menimbulkan pikiran bumuh diri
Gangguan Bipolar
Litium
Kebanyakan menunjukan peningkatan yang bermakna
Keracunan

GAngguan Skizofrenia
Skizofrenia
Neuroleptik;pengobatan antipsikotik tidak tipikal
Kebanyakan menunjukan peningkatan parsial
Neuroleptik:detak jantung tidak teratur, tekanan darah rendah, diskinesia Tardif


b.      Terapi Elektrokonvulsif (electroconvulsive therapy---ECT)
Terapi elektrokonvulsif dikenal dengan terapi kejutan digunakan untuk menangani individu-individu yang sangat depresi. Tujuan ECT adalah untuk menghasilkan kejutan dalam otak seperti apa yang terjadi secara spontan dalam kasus epilepsi (Brown, 2007; Moss & Vaidya, 2006). Pasien diberikan anestesi dan obat yang membuat otot menjadi rileks sebelum diberikan ECT; dan obat-obat ini memungkinkan individu tidur selama prosedur, meminimalkan konvulsi, dan mengurangi cedera otak. Walau dimasa lalu aliran listrik diberikan melaluikeseluruhan otak, saat ini ECT hanya diberikan pada sisi kanan otak. Individu akan terbangun segera setelah pemberian ECT tanpa ada ingatan yang disadari mengenai perlakuan yang dijalani.
Efek samping potensial terapi elektro konvulsif ini meliputi kehilangan ingatan, dan kerusakan kognitif lainnyadan beberapa lebih parah dari efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obatan (Hihn, et al, 2006).
c.       Psikosurgeri (psychosurgery)
Psikosurgeri adalah terapi biologis yang melibatkan pengambilan dan penghancuran jaringan otak untuk meningkatkan penyesuaian diri individu. Efek dari psikosurgeri bersifat menetap dan tidak dapat dikembalikan.Pada tahun 1930-an, seorang dokter Portugis Antonio Egas Moniz mengembangkan sebuah prosedur yang dikenal sebagai lobotomi prefrontal . Dalam prosedur ini, sebuah instrumen pembedahan dimasukan ke dalam otak, dan diputar, memotong beberapa serat yang menghubungkan lobus frontal yang penting dalam proses-proses piker tingkat tinggi, dan thalamus yang penting dalam emosi. Moniz berteori bahwa, dengan memotong beberapa hubungan antara struktur-struktur otak ini, pembedah dapat menyingkirkan beberapa gangguan mental yang parah.
 
1.      Psikoterapi
Psikoterapi adalah pengobatan dengan secara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psycho therapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan.Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.
Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara profesional dan legal.
Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
Å             Dari segi proses berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
Å             Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
Å             Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
ü   Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
ü   Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
ü   Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
ü   Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
ü   Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
ü   Mengembangkan potensi klien.
ü   Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
ü   Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
ü   Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
ü   Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
ü   Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
ü   Membantu penyembuhan penyakit fisik.
ü   Meningkatkan kesadaran diri.
ü   Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
ü   Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
Psikoterapi berbeda dengan pengobatan tradisional yang sering memandang gangguan psikologis sebagai gangguan karena sihir, kesurupan jin atau karena roh jahat. Anggapan-anggapan yang kurang tepat tersebut karena sebagian masyarakat terlalu mempercayai tahayul dan kurang wawasan ilmiahnya.
Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak ada hal-hal yang bersifat mistik.Klien psikoterapi juga tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.
Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya).  Justru psikoterapi  hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok. Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau ingin berubah.Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau dibantu.
Metode Psikoterapi Yang Dipakai
Dalam ilmu psikologi, ada banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk terapi.Semua metode itu merupakan hasil pemikiran dan penelitian para pakar psikologi dari berbagai penjuru dunia. Dari sekian banyak metode psikoterapi yang ada, bisa dikategorikan dalam lima pendekatan, yaitu:
1)        Psychoanalysis
Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi di pikiran bawah sadar. Psychodynamic (Psikodinamik) pertama kali diciptakan oleh Sigmund Feud (1856-1939), seorang neurologist dari Austria.Teori dan praktek psikodinamik sekarang ini sudah dikembangkan dan dimodifikasi sedemikian rupa oleh para murid dan pengikut Freud guna mendapatkan hasil yang lebih efektif.

Tujuan dari metode psikoanalisis dan psikodinamik adalah agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan.Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi.Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui “insight” (pemahaman pribadi).
Untuk mencapai dunia yang tidak disadari,terapis psikoanalisis sering menggunakan teknik terapi berupa :
v  Asosiasi Bebas (free association)
Terdiri atas upaya mendorong individu untuk mengungkapkan dengankeras apapun yang muncul di pikiran, terlepas seberapa membingungkan atau memalukannya hal tersebut (Hoffer 2006). Mendorong orang untuk berbicara bebas fikiran Freud memungkinkanperasaan emosional muncul. Katarsis adalah pelepasan tegangan emosional yang dialami seseorang ketika menghidupkan kembali pengalaman konflik dan penuh emosi.
Interpretasi memainkan peran penting dalam psikoanalisis. Pernyataan dan perilaku seseorang tidak dianggaplalu saja. Untuk memahami apa sesungguhnya yang menyebabkan konflik seseorang, terapis terus berusaha mencari makna simbolikyang tersembunyiyang dilakukan dandikatakan individu.

v  Analisis Mimpi (dreem analysis)
Analisis mimpi adalah teknik yang digunakan para psikoanalis untuk memaknai mimpi seseorang. Para psikoanalispercaya bahwa mimpi memuat informasi mengenai pikiran-pikiran yang tidak disadari, harapan-harapan, dan konflik (Andrade, 2007). Freud membedakan antar isi mimpi yang termanifestasi dan isi laten. Isi termanifestasi adalah istilah dalam psikoanalisis untuk aspek-aspek mimpi yang diingat dan disadari, sedangkan isi laten adalah bagian mimpi yang tidak diingat dan tidak disadari, aspek-aspek tersembunyi ini disimbolkan oleh isi termanifestasi. Tujuan analisis adalah untuk melepaskan makna rahasia ini dengan bertanya pada lapisan pikiran orang yang lebih dalam. Psikoanalis memaknai mimpi dengan menganalisisisi termanifestasi untukmencari kebutuhan-kebutuhan dan harapan tidak disadari yang tampil disamarkan, terutama yang bersifat seksual dan agresif. Simbol-simbol mimpi dapat berarti berbeda pada orang yang berbeda. Contoh darisimbol seksual yang digunakan para psikoanalis untuk memaknai mimpi:
Tema Seksual
Objek atau aktifitas dalammimpi yang menyimbolkan tema seksual
Alat kelamin pria, terutama penis,
Payung, pisau, tiang, pesawat terbang, senjata, ular, dasi, batang pohon dan selang
Alat kelamin wanita, terutama vagina
Kotak, gua, kantong, mulut, tempat perhiasan oven, dankloset
Hubungan seksual
Mendaki, berenang, terbang, menunggang(seekor kuda, sebuah tangga berjalan, sebuah roller coaster)
Orang tua
Raja, ratu, kaisar, istri kaisar
Saudara
Hewan-hewan kecil
 
v  Transferens (transference)
Adalah istilah psikoanalisis untuk cara-cara individu berhubungan dengan analis yang menghasilkan kembali hubungan penting dalam kehidupan individu. Seseorang mungkin berinteraksi dengan analis, seolah-olah analis adalah orang tua ataupasangan hidup. Transferens dapat digunakan secara tarapeutik, sebagai sebuah model bagaimana individu berhubungan dengan orang-orang yang penting dalam kehidupannya (Corradi, 2006)
v  Resistensi (resistance)
Adalah istilah psikologi untuk strategi pertahanan klien yang tidak disadari yang mencegah analis untuk memahami permasalahan orang tersebut. Resistensi terjadi karena hal ini menjadi terlalu menyakitkan untuk individu membawa konflik ke kesadaran pribadi.
Beberapa metode psikoterapi lain yang termasuk dalam pendekatan psikodinamik adalah:
·         Ego State Therapy
·          Part Therapy
·          Trance Psychotherapy
·          Free Association
·         Dream Analysis
·          Automatic Writing
·         Ventilation
·         Catharsis


       Terapi Psikodinamika Kontemporer
Walau wajah terapi psikodinamika telah berubah banyak semenjak pertama kali muncul seabad yang lalu, banyak terapis psikodinamika kontemporer masih bertanya secara mendalam untuk menggali pikiran-pikiran tidak disadari dari individu tentang pengalaman masa kanak-kanak awal untuk  memperoleh petunjuk pada masalah saat ini (bovensiepen, 2006; Hamilton, 2006; Novie, 2007)
Saat ini individu jarang duduk rebahan pada sofa atau menemui terapis mereka beberapa kali dalam satu minggu dan lebih banyak bertemu terapis secara rutin setiap minggu, dan orang-orang duduk dalam kursi yang nyaman menghadap terapis. Hanya sekelompok kecil terapis kontemporer yang benar-benar mempraktikkan psikoanalisis Freud. Merreka yang masi melakukan terapi ini biasanya menemui kliennya secara sering. Beberapa terapi psikodinamika kontemporer juga d  pat menjadi intensif dan ekstensif, bertahan selama tahunan, namun demikian, dalam beberapa kasus, terapi psikodinamika kontemporer ersifat singkat, dan hanya bertahan beberapa bulan.
2)        Terapi  Humanistik
Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri.Oleh karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan.Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.



Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah :
·         Terapi Client-Centered (client-centered therapies), adalah bentuk terpi humanistic yang dikembangkan oleh Carl Rogers (1961,1980), dimana terapis menyediakan atmosfir hangat dan suportif untuk meningkatkan konsep diri klien dan mendorong klien memperoleh pemahaman terhadap masalah. Dalam terapi client-centered, tujuan terapi bukan untuk membuka rahsia dalam dari ketidaksadaran, tetapi untuk membantu klien mengenali dan memahami perasaan sesungguhnya (Hazler, 2007). Satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui mendengar aktif dan pembicaraan reflektif (reflective speech), sebuah teknik dimana terapis menjadi cermin untuk perasaan yang dialami klien. Rogers percaya bahwa manusia membutuhkan tiga elemen dasar untuk tumbuh: penghargaan positif tanpa syarat (unconditioning positive regard), empati, dan ketulusan (genuineness) atau otentisitas. Tiga elemen dari perkembangan kepribadian ini dicerminkan dalam pendekatannya pada terapi.
·         Terapi Gestalt (gestalt therapy), adalah terapi humanistic, dikembangkan oleh Fritz Perls (1893-1970), dimana terapis menantang klien dalam urutan tertentu untuk membantu mereka menjadi lebih sadar tentang perasaan mereka dan menghadapi masalah. Terapis gestalt mendorong klien untuk menentukan apakah mereka akan akan terus membiaskan masa lalu mengendalikan masa depanmereka atau apakah mereka akan memilih saat ini juga apa yang mereka inginkan di masa depan. Terapis gestalt menggunakan sejumlah teknik untuk membantu klien terbuka tentang perasaan mereka, untuk mengembangkan kesadaran diri, dan untuk mengambil kendali aktif dalam kehidupan mereka (Siverstein & Unlhas, 2004). Terapis memberikan contoh, mendorong kongruensi antara perilaku verbal dan nonverbal, dan menggunakan bermain peran. Untuk menstimulasi perubahan, terapis seringkali dengan terbuka mengonfrontasi klien. Untuk mencontohkan hal penting pada klien, terapis gestalt mungkin akan melebih-lebihkan karakteristik klien.

Terapis gestalt lebih bersifat direktif dibandingkan dengan terapi client-centered. Dengan lebih direktif, terapis gestalt menyediakan lebih banyak interpretasi dan umpan balik. Walau begitu, kedua terapi humanistic ini mendorong individu untuk mengambil alih tanggungjawab untuk perasaan dan tindakan mereka, untuk menjadi diri mereka yang sebenarnya, untuk memahami diri mereka sendiri, untuk mengembangkan perasaan bebas, dan untuk melihay apa yang mereka lakukan pada hidup mereka.

Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah:
·         Gestalt Therapy
·         Client Cantered Psychotherapy
·         Depth Therapy
·         Sensitivity Training
·         Family Therapies
·         Transpersonal Psychotherapy  
·         Existential Psychotherapy



3)        Terapi Perilaku (behavior therapies)

Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan behavior therapy adalah Ivan Pavlov yang menemukan “classical conditioning” atau “associative learning”.

Inti dari pendekatan behavior therapy adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau aksi-reaksi).Misalnya pada kasus fobia ular, penderita fobia mengasosiasikan ular sebagai sumber kecemasan dan ketakutan karena waktu kecil dia penah melihat orang yang ketakutan terhadap ular.Dalam hal ini, penderita telah belajar bahwa "ketika saya melihat ular maka respon saya adalah perilaku ketakutan".

Tokoh lain dalam pendekatan Behavior Therapy adalah E.L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning, yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan menghindari hukuman.
v  Teknik-teknik pengondisian klasik
Bila seorang individu telah mempelajari ras atakut akan ular atau ketinggian melalui pengondisian klasik, maka individu dapat membalikan hasil belajar ini melalui countercondotioning. Dua tipe counterconditioning adalah :
·         Desensitisasi sistematis (systemayic desensitization), adalah sebuah metode perilaku terapi yang didasarkan pada pengondisian klasik yang memperlakukan kecemasan dengan membuat orang tersebut mengasosiasikan relaksasi mendalam secara bertahap dengan situasi yang menimbulkan kecemasan (Wolpe, 1963). Desensitisasi sistematis sering digunakan sebagai cara mengatasi fobia yang efektif, seperti ketakutan member pidato, ketakutan akan ketinggian, ketakutan untuk terbang, ketakutan akan anjing, dan ketakutan akan ular
·         Pengondisian Aversif (aversive conditioning), terjadi pemasangan berulang dari sebuah perilaku yang tidak diharapkan dengan sebuah stimulus aversif untuk menurunkan penguatan yang didapatkan dari perilaku. Pengondisian aversif digunakan untuk mengajarkan orang untuk menghindari perilaku tertentu, seperti merokok, makan berlebihan, dan minum alcohol.
v  Pendekatan Pengondisian Operan
Filosofi mendasar penggunaan pengondisian operan sebagai terapi adalah bahwa, karena pola perilaku maladaftif dipelajari, merka dapat dibalikan. Terapi ini melibatkan analisis mendalam terhadap lingkungan orang yang menjalalni terapi untuk menentukan faktor-fakktor mana yang perlu dimodifikasi. Teknik operan memusatkan pada modifikasi perilaku (behaviour modification), penerapan prinsip-prinsip pengondisian operan untuk mengubah perilaku manusia; tujuan utamanya adalah untuk mengganti perilaku yang maladaptif dan tidak dapat diterima dengan perilaku yang dapat diterima, yang adaptif.

Berbagai metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan behavior therapy adalah:
·         Exposure and Respon Prevention (ERP)
·          Systematic Desensitization
·          Behavior Modification
·          Flooding
·          Operant Conditioning
·          Observational Learning
·         Contingency Management
·          Matching Law
·          Habit Reversal Training (HRT)

4)        Terapi Kognitif
Terapi Kognitif (Cognitive Therapy) punya konsep bahwa perilaku manusia itu dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan Cognitive Therapy lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku.Pandangan Cognitive Therapy adalah bahwa disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perasaan dan disfungsi perilaku. Tokoh besar dalam cognitive therapy antara lain Albert Ellis dan Aaron Beck.
Terdapat tiga jenis utama terapi kognitif, yaitu ;
Å      Terapi perilaku emosional-rasional (rational-emotive behahiour therapy----REBT), didasarkan pada pemahamn Albert Ellis, bahwa individu mengembangan gangguan psikologis karena kepercaayan mereka, terutama kepercayaan yang berifat tidak rasional dan menundukan diri. Tujuan REBT adalah untuk membantu orang menghilangkan kepercayaan-kepercayaan yang menundukan diri dengan secara rasional memeriksa kepercayaan ini (Vernon, 2007).
Å      Terapi kognitif Beck, sebuah asumsi dasar yang dipegang Beck adalah bahwa permasalahan psikologis, seperti depresi, muncul ketika orang berfikir secara tidak logis tentang diri mereka sendiri, tentang dunia tempat mereka tinggal, dan masa depan (2005, 2006).
Å      Terapi kognitif perilaku (cognitive-behaviour therapy), terdiri atas sebuah kombinasi antara terapi kognitif, dengan penekanan pada pengurangan pemikiran-pemikiran yang menaklukkan diri sendiri, dan terapi perilaku, dengan penekanan pada perubahan perilaku.




Bagaimana Proses Psikoterapi?
Psikoterapi merupakan interaksi yang profesional dan dinamis antara klien dan psikoterapi. Tujuan dari interaksi tersebut adalah tercapainya perubahan pada  diri klien. Klien umumnya datang karena suatu keluhan berkaitan dengan pikiran, perasan, perilaku atau keluhan fisik yang disebabkan oleh masalah psikis. Dan untuk mengatasi keluhan tersebut, dilakukan psikoterapi dengan proses sebagai berikut.
Psikoterapi diawali dengan perkenalan personal.Tujuannya adalah terciptanya rapport atau hubungan yang akrab dan saling merasa nyaman.Hal ini penting, karena umumnya klien datang dengan perasaan agak canggung atau malu.
Setelah komunikasi terjalin lancar, kemudian psikoterapi dimulai. Berikut ini empat tahapan yang umum dilalui pada sesi pertama atau pertemuan pertama psikoterapi.
1.      Analisa Masalah (Assessment)
Terapis hanya bisa membantu klien apabila terapis dan klien memahami masalah klien. Oleh karena itu, psikoterapi diawali dengan klien bercerita tentang masalah  dan kemudian terapis mengajak Anda untuk "membedah" masalah tersebut dari sudut pandang psikologi. Tujuan analisa masalah adalah terapis dan klien memahami secara pasti apa yang sebenarnya menjadi masalah klien. Sering kali terjadi, apa yang dianggap klien sebagai masalah utama, sebenarnya hanyalah akibat dari suatu masalah yang tidak disadari.
2.      Menentukan Tujuan Psikoterapi
Setelah masalah diketahui secara jelas, maka selanjutnya adalah menentukan tujuan dari terapi. terapis akan memandu klien untuk menentukan target, hasil atau outcome dari proses terapi yang akan dijalani. Tujuan haruslah spesifik dan jelas supaya proses psikoterapi terarah dan terapis bisa menentukan metode terapi apa yang akan digunakan untuk mengatasi masalah Anda. Bisa jadi terapis hanya menggunakan satu metode terapi atau gabungan beberapa metode psikoterapi.

3.      Penerapan Metode Psikoterapi
Dalam psikoterapi modern ada banyak metode psikoterapi yang bisa digunakan. Beberapa metode psikoterapi yang digunakan adalah Trance Psychotherapy, Behavioural Therapy, Cognitive Behavioural Psychotherapy, Neuro Linguistic Programming, Psychoanalysis, Forgiveness Therapy, Ego State Therapy, Emotional Freedom Technique dan masih banyak lagi.
4.      Mengakhiri Sesi Psikoterapi
Satu sesi psikoterapi yang dilakukan berlangsung selama 2 jam.Kadang terapis mengakhiri sesi dengan memberikan beberapa petunjuk yang bisa dilaksanakan sendiri di rumah.Namun sering kali terapis tidak memberi petunjuk apapun kepada klien karena memang tidak diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar